Walimurid Apresiasi Bupati dan Kinerja Pemkab Lambar Dalam Penyaluran Seragam Sekolah Gratis

‎MATA PENA LAMPUNG /LAMPUNG BARAT — Kebijakan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam Program Seragam Sekolah Gratis (SERASI) merupakan sebuah langkah visioner dari seorang kepala daerah untuk memperhatikan kondisi paling mendasar dari masyarakatnya. Karena jauh sebelum program itu di eksekusi, sosok Parosil Mabsus, sudah memiliki gagasan besar untuk bagaimana pemerintah bisa hadir dalam membantu masyarakat sekaligus ikut menyukseskan penyelenggaraan pendidikan di daerah. Sekarang, program yang sudah berjalan itu terbukti sangat membantu meringankan beban masyarakat Lampung Barat dalam memenuhi kebutuhan sandang walimurid di setiap tahun ajaran baru.
‎
‎Seperti terekam ketika Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus dan Wakil Bupati Lampung Barat, Mad Hasnurin, beserta jajaran kepala satuan perangkat daerah memantau penyaluran seragam sekolah gratis di wilayah Kecamatan Batu Ketulis dan Kecamatan Belalau pada Sabtu, 5 September 2026.
‎
‎Pada momen tersebut, salah seorang wali murid dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Batu Ketulis, yang bernama, Rohim, mengucapkan rasa terima kasih kepada Bupati Lampung Barat sekaligus mengapresiasi jajaran pemerintah kabupaten atas bantuan seragam sekolah yang diberikan. Karena baginya, bantuan tersebut bukan sekedar simbol belaka, tetapi lebih kepada bentuk perhatian pemerintah yang hadir dalam membantu meringankan beban di tengah kondisi perekonomian yang seperti sekarang ini.
‎
“Seragam ini bukan hanya sekedar baju sekolah, tetapi menjadi bukti bahwa ada perhatian, ada kepedulian dan ada harapan. Tentu saja, di balik harapan itu kami menitipkan masa depan anak-anak. Kami berharap kebaikan ini tidak berhenti di sini, karena pendidikan adalah jalan panjang untuk mengubah masa depan anak kami. Yang menerima ini tidak menutup kemungkinan mereka yang menjadi wajah Lampung Barat di masa depan,” ucap Rohim.
‎
‎Perlu diketahui, di SMP Negeri 1 Batu Ketulis terdapat 345 siswa yang menerima bantuan seragam sekolah gratis yang terdiri dari 172 siswa laki-laki dan 173 perempuan. Sementara di Kecamatan Belalau, bantuan disalurkan di Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Kenali, dengan jumlah penerima mencapai 402 siswa, terdiri dari 217 siswa laki-laki dan 185 perempuan.

‎Dengan demikian, total siswa yang tercatat menerima manfaat program tersebut di dua kecamatan mencapai 747 siswa, dimana masing-masing mendapatkan tiga stel seragam yaitu seragam merah putih/putih biru, Pramuka dan batik, berikut atribut kelengkapan. Jika dihitung, total bantuan yang disalurkan mencapai 1.206 stel seragam, ditambah buku tulis untuk menunjang kebutuhan belajar.

‎Seragam sekolah gratis ini diperuntukkan bagi siswa/siswi tingkat SD/MI dan SMP/MTs. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu orang tua mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan sekolah, terutama pada saat memasuki tahun ajaran baru.

‎Sementara itu, dalam kesempatannya, Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, mengatakan program seragam sekolah gratis merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perhatian terhadap pendidikan.
‎
‎Menurut bupati, pemerintah tidak ingin persoalan biaya menjadi alasan seorang anak kehilangan kesempatan untuk bersekolah.
‎
‎“Jangan sampai ada lagi anak yang tidak sekolah karena terkendala seragam ataupun biaya sekolah. Pemerintah sudah membantu, ada seragam gratis, iuran komite dihapus dan ada MBG,” kata Parosil.
‎
‎Dia juga meminta orang tua, sekolah dan masyarakat bersama-sama memastikan seluruh anak usia sekolah mendapatkan pendidikan. Jika terdapat anak yang tidak ingin bersekolah, ia meminta penyebabnya terlebih dahulu dicari tahu. Menurutnya, persoalan tersebut tidak selalu berkaitan dengan kemauan belajar.

‎Salah satunya, kata dia, bisa terjadi karena anak merasa minder atau menjadi korban perundungan akibat kondisi seragam yang kurang layak.
‎
‎“Kalau ada anak yang tidak ingin sekolah, tolong dicari tahu apa kendalanya. Bisa saja ada anak yang dibully karena seragamnya jelek atau sebagainya. Sekarang semua seragamnya bagus dan sama, merah putih sama, Pramuka sama, sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak sekolah,” ujarnya.
‎
‎Bagi Parosil, memastikan anak mendapatkan pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Hasilnya mungkin belum terlihat saat ini, tetapi anak-anak tersebut kelak akan menjadi bagian penting dalam menentukan masa depan Lampung Barat.
‎
‎“Pendidikan ini investasi jangka panjang. Apa yang kita lakukan hari ini mungkin hasilnya tidak langsung kita rasakan, tetapi beberapa tahun ke depan anak-anak inilah yang akan menjadi generasi penerus dan menentukan wajah Lampung Barat,” katanya.
‎
‎Ia menegaskan, pemerintah daerah ingin memastikan orang tua tidak merasa sendiri dalam menyiapkan kebutuhan pendidikan anak.
‎
‎“Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan perhatian terhadap pendidikan. Kita ingin memastikan anak-anak Lampung Barat mendapatkan hak pendidikan dengan baik dan orang tua tidak merasa sendiri dalam menyiapkan kebutuhan pendidikan anaknya,” ujarnya.
‎
‎Program seragam gratis tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan dasar anak selama menjalani pendidikan.
‎
‎Seragam yang layak diharapkan membuat siswa lebih percaya diri, sementara bantuan lainnya seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) diarahkan untuk mendukung kebutuhan gizi mereka.
‎
‎Parosil berharap seluruh program tersebut dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
‎
‎Sebab, bagi pemerintah daerah, membantu anak-anak tetap bersekolah bukan hanya soal menyediakan seragam, tetapi tentang memastikan tidak ada cita-cita yang terhenti hanya karena keterbatasan ekonomi. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan