MATA PENA LAMPUNG (LAMPUNG BARAT)– Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan yang berkelanjutan, pada tahun 2026 Pemerintah Pekon Ujung, Kecamatan Lumbok Seminung, Kabupaten Lampung Barat, telah melaksanakan menggelar berbagai agenda dalam program kerja seperti musyawarah dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Pekon Tahun Anggaran 2027, pelaksanaan rembuk stunting, penyaluran bantuan langsung tunai Dana Desa (BLT-DD) serta bantuan Beras cadangan pangan pemerintah.
Peratin Pekon Ujung, Muslim, menyebut jika kegiatan yang sudah dilaksanakan tersebut menjadi bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan pekon, dengan melibatkan unsur pemerintah pekon, lembaga kemasyarakatan, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga.
Disebutkan Muslim, seperti dalam pelaksanaan musyawarah Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun Anggaran 2027 yang digelar untuk membahas dan menyepakati berbagai usulan pembangunan serta program pemberdayaan masyarakat yang akan menjadi prioritas Pekon Ujung pada tahun 2027.
Menurut Muslim, dalam musyawarah tersebut, berbagai kebutuhan masyarakat menjadi bahan pembahasan, sehingga rencana kerja yang disusun diharapkan dapat menyesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan warga di masing-masing wilayah.
Selain membahas RKP Pekon 2027, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyaluran bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada 94 keluarga penerima manfaat.
”Bantuan tersebut disalurkan sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, khususnya bagi keluarga yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat. Proses penyaluran dilakukan secara langsung kepada warga penerima dengan harapan bantuan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” ujarnya.
Bagi Muslim, Pemerintah Pekon Ujung terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pembangunan dan pemberdayaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
Lebih lanjut dikatakan jika pada tahun ini (2026) berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat terus direalisasikan, di antaranya penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kepada 12 keluarga penerima manfaat serta kegiatan rembuk stunting sebagai evaluasi atas upaya yang sudah dilaksanakan sekaligus memetakan potensi yang akan dilakukan selanjutnya.
”Pelaksanaan program secara berkelanjutan menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah desa berharap seluruh program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong terciptanya kondisi desa yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” imbuhnya. (Red)
