LAMPUNG BARAT — Cekcok yang diduga melibatkan anggota DPRD Lampung Barat dengan seorang kru grup musik merupakan murni sebuah kesalahpahaman dalam upaya penegakan aturan. Namun sangat disayangkan, justru informasi yang utuh itu di pelintir melalui penyebarluasan potongan video yang menampilkan seolah-olah terjadi arogansi dan kekerasan sepihak.
Dari penelusuran yang dilakukan awak media ini, diketahui jika insiden tersebut terjadi diatas panggung hiburan dalam momen hajatan salah seorang warga di Pekon Manggarai, Kecamatan Air Hitam, Lampung Barat, pada Minggu malam 17 Oktober 2026. Pada kesempatan itu, anggota dewan tesebut hadir dalam undangan itu dengan kapasitasnya sebagai seorang tokoh masyarakat.
Dari keterangan sejumlah saksi yang berada di lokasi, disebutkan jika sebelumnya anggota dewan yang hadir itu sudah meminta izin kepada pihak tuan rumah penyelenggara acara untuk memberikan pengarahan bahwa kegiatan hiburan yang dilakukan itu harus diakhiri karena sudah melewati batas waktu yang ditentukan dalam perizinan.
”Bang Malik sudah izin sama tuan rumah untuk memberikan pengarahan agar acara dihentikan, namun oleh pembawa acara yang merupakan kru grup musik justru atensi tersebut diabaikan dan tetap melanjutkan acara dengan musik remix yang semakin menjadi-jadi,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat yang menyaksikan kejadian tersebut.
”Siapapun orangnya pasti tersinggung jika caranya seperti itu, karena memang terkesan sangat merendahkan himbauan. Jika saat itu pembawa acara memberikan kesempatan untuk menyampaikan pengarahan saya rasa tidak mungkin seorang tokoh masyarakat sampai berbuat tegas seperti itu,” tambah sumber tersebut.
Terkait kejadian itu, beredar sebuah potongan video yang memperlihatkan keributan di tengah panggung hiburan dengan narasi oknum anggota dewan arogan.
Menurut pemerhati sosial media daerah, Artha Nezza, potongan video dengan narasi yang beredar tersebut memiliki unsur provokatif dan sama sekali tidak memberikan gambaran secara utuh.
”Akan sangat berbahaya jika potongan video itu sengaja disebarkan luaskan untuk membangun asumsi sepihak yang berpotensi merugikan pihak lain,” pungkasnya. (Red)
Cekcok Dewan Dengan Kru Grup Musik, Murni Salah Paham Dalam Upaya Penegakan Aturan
