Pemkab Lambar Sukses Gelar UTS SD Berbasis Digital

LAMPUNG BARAT — Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) sukses melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS) tingkat Sekolah Dasar (SD) berbasis teknologi dengan memanfaatkan smartphone. Keberhasilan ini menjadi langkah awal dalam tranformasi digital dunia pendidikan dasar di Bumi Skala Brak.

Pada Sabtu, 4 April 2026, sejumlah sekolah dasar di Lampung Barat mulai melaksanakan UTS berbasis aplikasi digital sebagai bagian dari adaptasi perkembangan teknologi. Meski terdapat beberapa masukan dari walimurid yang menjadi perhatian khusus dari pihak Disdikbud Lampung Barat, secara umum pelaksanaan ujian dengan menggunakan smartphone tersebut berjalan lancar dan mendapat banyak respon positif dari siswa, dewan guru hingga orang tua murid.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Barat, Tati Sulastri, menerangkan jika seluruh tahapan UTS sekolah dasar berbasis smartphone berjalan tertib dan kondusif, dimana para peserta ujian mampu menggunakan perangkat secara baik tanpa hambatan teknis yang berarti.

Bagi Tati, keberhasilan penerapan sistem ujian berbasis smartphone ini merupakan hasil dari persiapan matang yang dilakukan pihak sekolah dengan dukungan dari berbagai pihak untuk terus berkomitmen dalam mendorong digitalisasi pendidikan khususnya di Lampung Barat.

“Sebelumnya sekolah sudah melakukan simulasi, sehingga saat pelaksanaan tidak ditemukan kendala berarti. Guru juga aktif mendampingi para peserta ujian. Selain itu pihak sekolah juga menyediakan sarana pendukung jaringan yang memadai demi kelancaran proses ujian,” Ujarnya saat melakukan peninjauan UTS di SDN Sukabumi, Batu Brak, dengan didampingi Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Alexander Saputra.

Seperti diketahui, penerapan UTS berbasis smartphone tingkat sekolah dasar ini difokuskan bagi siswa kelas 3 hingga kelas 6, sedangkan siswa kelas 1 dan 2 tetap melaksanakan ujian secara manual, disesuaikan dengan tingkatan usian dan kemampuan.

Sebab, pendekatan bertahap penting dilakukan agar siswa tidak merasa terbebani. Selain itu, metode pembelajaran dan evaluasi tetap disesuaikan dengan perkembangan psikologis anak. Dimana meski berbasis digital, pihak Disdikbud Lampung Barat memastikan sekolah menyediakan alternatif agar tidak ada siswa yang tertinggal.

Kendati keberhasilan ini telah membawa angin segar, pihak Disdikbud Lampung Barat tetap melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan UTS berbasis smartphone, guna memastikan sistem diterapkan dengan memberikan manfaat optimal bagi siswa.

Sebagai Kepala Disdikbud Lampung Barat, Tati mengajak seluruh pihak termasuk orang tua siswa untuk mendukung inovasi transformasi digital pendidikan tersebut secara bijak. “Ini langkah awal yang baik, kami harap kedepannya bisa semakin berkembang dan tetap inklusif,” tutupnya. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *