Parosil Dorong ASN Lampung Barat Melek Investasi Saham: Kuncinya Legal dan Logis

Mata Pena Lampung | Lampung Barat — Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menggelar Sosialisasi Literasi dan Inklusi Keuangan melalui Program Yuk Nabung Saham bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lamban Pancasila, Kecamatan Balik Bukit, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus. Hadir sebagai narasumber Manajer Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, Novandi Syafriansyah, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Lampung, Dendy Faizal Amin, serta Representative Office Indo Premier Lampung, Fahmi Rosyadi.

Turut hadir Wakil Bupati Mad Hasnurin, Sekretaris Daerah Nukman, Ketua DPRD Edi Novial, para asisten, kepala perangkat daerah, camat, unsur Polres Lampung Barat, Kejaksaan, Kodim, perbankan, serta ratusan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat.

Dalam sambutannya, Bupati Parosil Mabsus menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan bekal penting bagi ASN dalam menghadapi perkembangan ekonomi yang semakin dinamis. Menurutnya, investasi merupakan bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang yang perlu dipahami sejak dini.

“Menabung tidak hanya dalam bentuk tabungan konvensional. ASN maupun masyarakat perlu mengenal berbagai instrumen investasi, salah satunya melalui pasar modal. Program Yuk Nabung Saham memberikan kesempatan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi investor dengan cara yang bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing,” ujar Parosil.

Ia menekankan bahwa investasi bukan hanya diperuntukkan bagi masyarakat perkotaan. Menurutnya, masyarakat Lampung Barat juga memiliki peluang yang sama untuk berinvestasi dan membangun masa depan keuangan yang lebih baik.

“Dengan disiplin menyisihkan sebagian pendapatan untuk berinvestasi, kita dapat membangun kesejahteraan finansial bagi keluarga sekaligus mempersiapkan masa depan generasi berikutnya,” katanya.

Parosil juga mengingatkan pentingnya memahami prinsip dasar investasi, yakni legal dan logis. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran investasi bodong yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.

“Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mendukung penuh upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Kehadiran OJK dan Bursa Efek Indonesia diharapkan mampu memberikan edukasi sekaligus perlindungan kepada masyarakat agar terhindar dari praktik investasi ilegal,” tegasnya.

Menurut Parosil, sosialisasi ini menjadi jawaban bagi banyak ASN yang selama ini memiliki keinginan berinvestasi di pasar modal, namun belum memahami mekanisme dan tata caranya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa sebagai aparatur negara, ASN tetap harus menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai prioritas utama.

“Ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh agar memperoleh pemahaman yang baik tentang investasi. Namun yang paling utama sebagai ASN adalah tetap mengedepankan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan